slamat sore arjawinangun……..

May 22nd, 2007 by eliswiden

suatu sore di arjawinangun

adalah sepanjang jalan yang teduh menuju rumah mu

melewati hamparan sawah menguning

dan pasar tempat emak mu membeli kebaya untuk ku

mungkin sungai itu mengering

saat kita menyebrangi jembatan kayu nya

dan seorang gila melempari kita dengan batu

mengejar mu dan menarik tangan mu jauh dari ku

mungkin kita menghiraukan pertanda

saat kau menepis lengan nya

dan menjual punggung mu

menghadang rajaman umpatan nya

hanya di suatu sore menjelang kenduri kita

maka suatu sore di arjawinangun itu

telah memudar bersama sepuluh tahun yang lalu

dan dari kereta purwojaya yang tengah melaju

ku terperangah melewati mu

terbata mengucapkan

selamat sore arjawinangun…

selamat tinggal…

*melewati arjawinangun, tujuh belas mei duaribu tujuh

**dari atas kereta purwojaya menuju purwokerto

“I’ve learned that I still have a lot to learn”

May 22nd, 2007 by eliswiden

Inspiring quotes by Maya Angelou

Maya
Angelou (born Marguerite Johnson, April 4, 1928) is an American poet,
memoirist, actress and an important figure in the American Civil Rights
Movement. In 2001 she was named one of the 30 most powerful women in
America by Ladies Home Journal.

Maya Angelou is known for the
autobiographical writings I Know Why the Caged Bird Sings (1969) and
All God’s Children Need Traveling Shoes (1986). Her volume of poetry,
Just Give Me a Cool Drink of Water ‘Fore I Die (1971) was nominated for
the Pulitzer Prize, and in 1993, Angelou read her poem "On the Pulse of
Morning" during Bill Clinton’s Presidential inauguration.

In
April last year, Maya Angelou was interviewed by Oprah on her 74th
birthday. Oprah asked her what she thought of growing older. And, there
on television, she said it was "exciting."

Regarding body
changes, she said there were many, occurring every day…like her
breasts. They seem to be in a race to see which will reach her waist
first.

The audience laughed so hard they cried. She is such a simple and honest woman, with so much wisdom in her words!

Maya Angelou said this:

"I’ve learned that no matter what happens, or how bad it seems today, life does go on, and it will be better tomorrow."

"I’ve
learned that you can tell a lot about a person by the way he/she
handles these three things: a rainy day, lost luggage, and tangled
Christmas tree lights."

"I’ve learned that making a "living" is not the same thing as "making a life."

"I’ve learned that even when I have pains, I don’t have to be one."

"I’ve learned that life sometimes gives you a second chance."

"I’ve
learned that you shouldn’t go through life with a catcher’s mitt on
both hands; you need to be able to throw some things back."

"I’ve learned that whenever I decide something with an open heart, I usually make the right decision."

"I’ve
learned that every day you should reach out and touch someone. People
love a warm hug, or just a friendly pat on the back."

"I’ve learned that regardless of your relationship with your parents, you’ll miss them when they’re gone from your life."

"I’ve learned that I still have a lot to learn."

"I’ve
learned that people will forget what you said, people will forget what
you did, but people will never forget how you made them feel."

Note:
And wow…., I personally like the last one ;p
I hope you enjoy reading this as much as I did
And find some truth in them to inspire your day

bizarre non triangle…..

May 22nd, 2007 by eliswiden

dan dengan lugu aku mencari mu….

saat menunggui malam meredup, rekah bersama fajar…

lelah bersama segala ilusi, mereka-reka raut wajah mu…

dimana kah gerangan, kau bayangan ku?

ingin ku ulangi waktu, bersama mu…

jakarta, 16 mei 2007
http://elis2107.multiply.com//

envisioning you….

May 10th, 2007 by eliswiden

envisioning you….
i chuckled with a warm feeling in my heart

how it lingers beyond the couple of hours we shared
oh dear, little do i have any clue…
and how it tortures me…

how could it be…
that envisioning you tortures me…

*alas, i’ve got to check out!

jakarta, 10 may 2007
http://elis2107.multiply.com/

farewel but not a good bye…

March 16th, 2007 by eliswiden

From: Elis Widen
Sent: Wednesday, March 14, 2007 5:55 PM
To: ‘UNAIDS All-staff’ + Achmad + Robert +Jumedi
Subject: Re. farewell but not a good-bye :D

Dear friends,

i couldnt believe, i told one person,
the next day, the whole world knew..
tsk tsk tsk

so, at last, as you might have heard
and as you might have talked about behind my back (“,)

today is my official last day
after over four years of growing together with the secretariat

With you all,
we have been through good times and bad times.
many times, I’m the one who gives you bad times,
but you know that I also bring you good times

With you all,
we have been through high day and slow day
many times, I’m the one who slows you down
but you know that I can also be one to speed you up

love me, loathe me, over the years
we really dont have to like each other
if we don’t and i will not force you to
just to get the work done
you will hear me say

well for sure,
I’m gonna miss your company, tomorrow and the day after
but I guess that’s good….
rather than being here everyday and bitch about it, no? ;p

arent you glad or sad…
I can no longer yell at you in meetings or make you laugh
I can no longer drive all of you crazy or lead you to hysterical insanity 
but if you need one, please don’t hesitate to ask ;p

So yes…. farewell now… but this is not yet good-bye

don’t miss me yet
because I will still be around… to try to clean my desk…
now u know that it can take… serious labour time!!!!
so the next person, can at least see…. the surface

but then I seriously think,
we will not miss each other that much after that

work will carry us away
routines will keep each of us busy
our times together will just be a shadow
hidden somewhere, in a stack of papers
waiting to be recycled

in the end
let’s just hope that life
does not pass us by too quickly
for us to re-appreciate our friendship
that i do think
is simply beyond - ‘just work-related’ 

whooaaaa whoaaaaa whoaaaaa

hiks, forever yours
-elis

really, should i die trying??

March 10th, 2007 by eliswiden

* again, another story of a white collar slave

i said
we’re at the edge of a steep cliff, mam
mind our steps

she said
have faith in me
keep walking

i said
the path has ended, mam
either we walk over the clouds
or find a path to the other side

she said
just have faith in me
even jesus walks over water
so walk straight

but, mam…
me, no jesus…

just…
she said,
have faith in me
and walk straight

so i 
then walk straight

praying  that
the rainbow holds my steps
and the wind helps blow me
over the clouds

maybe
i do get to the other side
or i die trying…

at either case,
thanks for everything,
mam…

(*p.s. whoaaah, can someone drop me a call me two weeks from now, just to find out if i’m dead or alive???)

peringatan perjuangan setengah mati di hari perempuan

March 10th, 2007 by eliswiden

*dalam rangka memperingati perjuangan setengah mati di hari perempuan internasional, 8 maret 2007

(ini adalah sebuah cerita tentang ketegaran)

mar menikah dengan cinta dan ia tahu benar,
lelaki itu mencintainya sedalam lautan
anak mereka terlahir 9 bulan kemudian
hanya untuk jatuh sakit-sakitan dalam 3 bulan
HIV positif kata dokter,
hah, bagai tersambar gledek
mar membekap mulutnya sendiri 
tak lama, tiba saatnya
suaminya meninggal di pangkuannya
memohon ampun sembari menghembuskan nafas terakhir
bayinya meninggal tak lama kemudian
tanpa sempat mengerti
maaf ayah nya dan sesal ibunya
pulang kerumah mertuanya, mar tergugu
barang2xnya telah terpaket rapi di depan pintu
tidak ada tempat lagi baginya disitu
pintu telah dibanting didepan wajahnya
mar terdiam, meraih kopernya dan beranjak pergi
mungkin lebih baik melompat saja dari jembatan penyebrangan
pikirnya dalam keputusasaan
dan ia pun jatuh menangis di sudut jalan
mudah-mudahan nasib masih panjang
untuk kembali memulai kehidupan

(ini adalah sebuah cerita tentang kepatuhan)

len menikah dengan terpaksa
kakaknya baru saja berpulang
turun ranjang,
ini kewajiban mu untuk kakak
kata keluarganya
dan demi kepatuhan
len menikahi duda kakaknya
belajar untuk melayani tradisi ratusan tahun
yang tak terputuskan
hanya untuk terpana
dengan kematian suaminya dalam 6 bulan
dan len pun tersirap
ketika dokter memintanya untuk tes darah
anda juga mungkin terinfeksi
jelas sang dokter
len marah besar terhadap dirinya
tak percaya pernikahan 6 bulan membawanya ke titik ini
masa kan pernikahan yang diberkati tuhan
mengijinkan cobaan ini
masa kan kepatuhan pada tradisi dan keluarga
terbalaskan dengan cara seperti ini
len memukul-mukul kepalanya
masih tak percaya, tak mau percaya
tak akan percaya

(ini adalah sebuah cerita tentang ke-naif-an)

yun jatuh sakit yang tak ia mengerti
sakit terus menerus tanpa ada kesembuhan
dokter memberinya obat lewat sang suami
suaminya bilang, ia harus minum obat itu setiap hari
tak boleh putus, mengapa? kenapa?
ia tak tahu, suaminya bilang minum saja,
dan jangan banyak tanya
yun pun minum obat dengan setia
sampai suatu hari ia sakit berat
harus opname di rumah sakit
suaminya tampak gelisah dan panik
seorang suster baru saja terdengar berkomentar
pasien yun tidak bisa di bangsal ini
dan yun masih belum mengerti
mengapa ia kemudian dipindahkan ke ruang isolasi
mengapa semua suster menghampirinya dengan takut takut
mereka datang dengan penutup mulut
sarung tangan sebatas lengan
enggan memandikannya
mengapa? ia bertanya pada suaminya
yang terdiam hanya mengelus kepalanya
hanya ketika suaminya berhari-hari menghilang
para suster mulai kerepotan
siapa yang akan memandikan?
anda ini HIV positif, suami anda kemana?
dan yun pun terhenyak dalam kebingungan
maksudnya? ia bertanya
namun tanpa jawaban

(ini adalah sebuah cerita tentang ketidakberdayaan)

han menunggui suaminya malam itu
kalau bisa, ia berharap suaminya tak perlu pulang
namun ia butuh memberi makan ketiga anaknya
dengan apa pun yang dibawa suami nya pulang
setelah berminggu minggu ke hutan mencari kayu gaharu
dan menjualnya ke tukang tadah di kota
biasanya ia pulang membawa uang
walau hanya sepersepuluh dari yang didapatnya
sisanya sudah habis untuk minum dan perempuan
han tahu benar tabiat suaminya
maka ketika pintu digedor dengan keras malam itu
han membuka pintu dengan berdebar debar
bau minuman keras tersembur dari mulut suaminya
hampir pasti ia akan minta dilayani malam itu
tidak ada pilihan untuk menolak
atau tendangan, pukulan dan makian akan menghampirinya
untuk kesekian kalinya malam itu
han menahan sakit perlakuan suaminya dalam diam
walaupun sebenarnya, ada yang ia ingin tanyakan
mengapa ia sakit-sakitan beberapa bulan terakhir ini
dokter bilang ia harus kekota, tes darah
tapi ia kurang mengerti maksudnya
mungkin suaminya lebih mengerti
namun han tak jadi menanyakannya
suami nya telah terlelap tidur
dan han menatap langit langit rumahnya
mungkin tak perlu ditanyakan
hidup mati sama saja baginya

dari sekian cerita
dari sekian pergulatan
dari jutaan lainnya

begitu banyak yang harus diperjuangkan
begitu banyak yang harus dikerjakan
dan siapa yang harus berjuang?
dan siapa yang harus bekerja?

selamat hari perempuan!

http://elis2107.multiply.com/

simpan saja trimakasih mu untuk tuhan…

February 18th, 2007 by eliswiden

*jawaban atas sebuah sms

terimakasih mu
terlalu murah untuk
perbuatan yang berhadapan dengan
simpul simpul perasaan, yang
tak teruraikan

hanya tergambarkan
lewat duduk, sabar
menunggui infus-mu
yang selalu terlupakan oleh perawat itu

lewat sesegukan mendengarkan
igauan mu berpanas tinggi
memanggil manggil kematian

dan yang kau ingat dari semua itu
hanya balas budi yang
kau coba timbang dalam
kiloan,

menghitung pembukuan
mencoba, membeli keikhlasan
yang kan terbayarkan
hanya dengan
hidupmu

jadi,
mengapa masih kau pikirkan?

tak kan pernah ku minta nyawamu

bukankah makna
telah berlalu
bersama kita yang berlalu

simpan saja trimakasih mu
untuk tuhan

***

also visit my blog at http://elis2107.multiply.com/

duh, teman..

February 14th, 2007 by eliswiden

 
hari ini dan kemarin
telah kutertawakan diriku
ada yang lucu, namun tertahan
oleh kebetulan mu yang menolong ku

duh, teman…
hampir saja terjebak
dalam lelucon yang tidak menyenangkan

***

more blogs at http://elis2107.multiply.com//

surat seorang paman 2: setetes pun jangan sisakan

January 20th, 2007 by eliswiden

kepada dewatuak

[oleh JJ. Kusni]

+ masih jauhkah perjalanan?

- pandanglah cakrawala kau tahu jawabnya

+ dan betang
kapan kita kembali ke sana?

- betang itu pangkalan
anak enggang tahu jalan pulang
kernanya aku tak pernah merasa kau hilang
kecuali rindu anak bertarung
jauh atau dekat
pertarunganan ya pertarungan itu
rumah kita sesungguhnya
siang-malam kita bertemu
ruang sia-sia memisah utus panarung
rengan tingang nyanak jata

kau dengarkah lahapku membelah angkasa?
tujuh lahap sanggup menggetarkan bumi orang katingan bilang
dan kukira kau kan tergelak kemudian melihat wajah dan tubuhku
pulang-pulang penuh parit parut duka dan luka
orang katingan bilang:
"jangan jadi dayak kalau takut luka tak pandai menang"
"tuak itu air kehidupan, danum kaharingan"
jika tak berjumpa kalau aku jadi pohon tumbang
detik penghabisan kureguk tuak itu
kureguk dari tanduk kerbau lambang hidup tak kukhianati
kureguk mengucapkan cinta dan percaya kepada kalian yang tinggal
bagai barisan naga segala warna mengebaskan ekor-ekor perkasa
mencengangkan sisa-sisa hutan bulan dan matahari

dewatuak, daniel, mering, martinus, medy, elisae dan semua
tengoklah sejenak ke belakang
elis, shinta dan entah siapa lagi nama mereka
lelaki perempuan dayak muda kekinian
mereka berlari ke depan menggenggam harkat dan hakekat
mereka — turunan berikut dari utus panarung
cintailah angkatan mereka!

satu jatuh
sejuta tumbuh
kubayangkan sungai dan danau gemuruh
gelepar hempasan naga segala warna
bangkit dari lubuk*)
ayo, mari minum bersama
tuak kehidupan danum kaharingan!
setetes jangan sisakan!

Perjalanan 2002

Catatan:
Menurut legenda Dayak Katingan,
jika naga segala warna bangkit dari lubuk
maka saat itu merupakan pertanda kebangkitan kehidupan baru di bumi ini,
bumi Tambun Bungai.