Archive for January, 2007

surat seorang paman 2: setetes pun jangan sisakan

Saturday, January 20th, 2007

kepada dewatuak

[oleh JJ. Kusni]

+ masih jauhkah perjalanan?

- pandanglah cakrawala kau tahu jawabnya

+ dan betang
kapan kita kembali ke sana?

- betang itu pangkalan
anak enggang tahu jalan pulang
kernanya aku tak pernah merasa kau hilang
kecuali rindu anak bertarung
jauh atau dekat
pertarunganan ya pertarungan itu
rumah kita sesungguhnya
siang-malam kita bertemu
ruang sia-sia memisah utus panarung
rengan tingang nyanak jata

kau dengarkah lahapku membelah angkasa?
tujuh lahap sanggup menggetarkan bumi orang katingan bilang
dan kukira kau kan tergelak kemudian melihat wajah dan tubuhku
pulang-pulang penuh parit parut duka dan luka
orang katingan bilang:
"jangan jadi dayak kalau takut luka tak pandai menang"
"tuak itu air kehidupan, danum kaharingan"
jika tak berjumpa kalau aku jadi pohon tumbang
detik penghabisan kureguk tuak itu
kureguk dari tanduk kerbau lambang hidup tak kukhianati
kureguk mengucapkan cinta dan percaya kepada kalian yang tinggal
bagai barisan naga segala warna mengebaskan ekor-ekor perkasa
mencengangkan sisa-sisa hutan bulan dan matahari

dewatuak, daniel, mering, martinus, medy, elisae dan semua
tengoklah sejenak ke belakang
elis, shinta dan entah siapa lagi nama mereka
lelaki perempuan dayak muda kekinian
mereka berlari ke depan menggenggam harkat dan hakekat
mereka — turunan berikut dari utus panarung
cintailah angkatan mereka!

satu jatuh
sejuta tumbuh
kubayangkan sungai dan danau gemuruh
gelepar hempasan naga segala warna
bangkit dari lubuk*)
ayo, mari minum bersama
tuak kehidupan danum kaharingan!
setetes jangan sisakan!

Perjalanan 2002

Catatan:
Menurut legenda Dayak Katingan,
jika naga segala warna bangkit dari lubuk
maka saat itu merupakan pertanda kebangkitan kehidupan baru di bumi ini,
bumi Tambun Bungai.

surat seorang paman 1: menawur behas emnggau tatu hiang

Saturday, January 20th, 2007

menawur behas
bahandang bahenda
manyundau manggau tatu hiang
(menabur beras mencari menjumpai para leluhur)

cerita kepada angkatanmuda dayak
menanyai tanggungjawab angkatan mereka

*sajak dalam bahasa dayak katingan kalteng
dan terjemahannya

Oleh JJ.Kusni

manawur behas bahandang bahenda mengisek jata tingang
raja panguasa ngambu ngiwa panutung matanandau pambelum
mangisek liau tatu hiang je manunggu lewu bukit batu
embat lewun panarung hawang leteng kilau tawalien injakah melai danum
en ndai andau tuh je musti inguan manaharep kare kakaram kapehe

(menabur beras warna merah kuning menanyai naga dan enggang
raja penguasa di atas dan d ibawah penyulut matahari kehidupan
menanyakan para leluhur penunggu bukit batu
mengapa negeri panarung hampir tenggelam bagai ulin dilempar ke air sungai
menanyakan hari ini apa gerangan patut dibuat di hadapan segala rupa kepapaan)

ala ice ala due
jakah kuh behas tuh mangisek ikam 
baru yaku esumuh tamuei tapating dia baramana ngacu ngawa
ala due ala telu
oi tatu hiang
narai talu ji nguang mara
mara akangkuh esummuh oi tatu hiang

(ala ice ala due
kutabur beras ini menanyakan kalian
berasal dariku anak cucumu kembara terpental tidak menentu hilir hulu
ala due ala telu
wahai para leluhur
gerangan pantas kulakukan katakan kepadaku
katakan kepadaku yang cucumu wahai para leluhur sayang) 

ala epat ala lime
nakalau behas bahandang bahenda tuh
yaku esummuh mamara pambelum kalunen dayak nyanak katingan
ekei hanak jariammuh tepun petak batana sare
tepun uyah batawah belai
tepun kacang bisa puat
oi, mara akangkuh tatu hiang
narai andai tuh tutang jewu
mara akangkuh narai talu ji nguang
kilau rengan tingang nyanak jata
manarahep kakaram kapehe pambelum sampai tutus matanandau

(ala epat ala lime
melalui beras warna merah kuning ini
aku cucumu memberitahukan kehidupan manusia dayak anak katingan
kami sanak turunanmu punya tanah berladang di tepi
punya garam hambar di rasa
punya atap basah muatan
katakan kami wahai para leluhur
apa patut dibuat hari ini dan esoklusa
katakan kepadaku apa patut dilaksana
sebagai anak enggang putra-putri naga
di hadapan segala kepapaan hidup sampai matahari padam hilang nyala)

atun masih mandau sanapang melai pasah
atun masih lunju atun masih damek baipuh
atun masih atei utus panarung kutep karacin kasita taharep pambelum
baya saban andau balike batamba-tambah balike danum sungei 
batambah nihau batang tapurau melai himba
tingang nihau ukai manganakmanjari layang dia baramana

(ada masih mandau dan senapang di rumah
ada masih tombak ada masih damak sumpitan beripuh
ada masih hati anak panarung meluap cinta terhadap hidup
tapi hari  kian berdaki dan kian saja berdaki demikian juga sungai-sungai
pohon tapurau raksasa kian melenyap dari rimba
enggang hilang tempat beranakpinak sesat tak menentu di angkasa ruang)

ala jahawen ala ucu
oi datu hiang
ngahau kare durang esummuh ji layang
ngahau luse, tatu hiang
ngahau luse buli
pakisik luse ji ngalandau
manaharep pambelum kilau jukung kahem

ala hanya ala jalatien
matingkuh behas bahandang bahenda tuh
manyundau manggau ikam oi tatu hiangkuh
embat ikam natalua lewumuh kehu
natalua durang esum oi durang tatu
jituh mana embat nawurkuh behas bahandang bahenda tuh
manyundau manggau mangisekmeh oi durang tatu

(ala jahawen ala ucu
wahai datu hiang
panggilkan anak cucumu yang sesathilang
wahai tatu hiang
panggil antar mereka pulang
bangunkan mereka yang kesiangan
di hadapan hidup petaka perahu karam

ala hanya ala jalatien
kutabur beras warna merah kuning ini
mencari menjumpai kalian tatu hiang
menanyai mengapa kalian biarkan kampung terbakar
membiarkan para anak cucu turunanmu terlunta
oi tatu hiangkutabur beras ini menjumpai menanyai kalian)

Perjalanan 2002
—————–
Tamuei 2002.

Catatan:

- ice, due, telo dans seterusnya (bahasa Dayak Katingan) berarti: satu, dua, tiga, dan seterusnya.
-
beras warna merah dan kuning biasa ditaburkan sebagai sarana perantara
dialog antara yang hidup dan yang mati. Upacara menabur beras ini
biasanya dilakukan dalam menghadapi keadaan-keadaan gawat sekaligus
mengharapkan restu sebelum memulai langkah penting menentukan dengan
semangat "isen mulang" (tidak pulang kalau tak menang).

the fate of a white collar slave…

Friday, January 12th, 2007

sometimes
we cannot help but wonder

there are people
who actually get paid
to sit up high
and oceans apart
just to ensure
that your difficult life
is even more difficult
down here

whooooaaaaaaa!!!
the fate of being
a white collar slave

p.s.
three project documenst returned
there times in a row, each
what else!? how else!?
my f**kin blood to ink the print!?

dalam canda tawa semalam…

Wednesday, January 10th, 2007

dalam canda tawa semalam
kurasakan
kegelisahan dalam diam
sesuatu tersimpan didadamu
namun tertahan dalam
kegundahan

sesekali termuntahkan
bersama asap gudang garam
kepada kopi yang panas
mengepul di udara
dan hilang…
terburu mengatup
dibalik…
senyum manis mu*

padahal teman,
aku masih ingin mendengar cerita
tentang mu dan kereta api
dan setiap
pemberhentiannya

mungkin, di lain waktu…
bila kau mengijinkan

*catatan kaki:
"senyumnya manisnya rasa coklat,
wuakakakakaka….!"

di kerumitan cemburu perempuan…

Tuesday, January 9th, 2007

*kejadian lama yang masih asik untuk diingat :p, maaf kalo sdh ada yg pernah baca sebelumnya…

kriiiiiing!!!
dering hape mengusik
nama yang familiar muncul di layar
biasalah … lagi-lagi laki-laki …

gw angkat & jawab
‘halo sayang …. apa kabar?’
(tentu saja dengan genit dan penuh kehangatan)

‘halo juga sayang … apa kabar?’
(ups, suara perempuan sebeku es
menjawab bagai api menyambar)

‘uh oh, ini siapa ya…?’
(tapi masih dengan manja, sok suci)

‘oh, ini susi…!
suaranya bergetar,
tak percaya kalo gue ngga kenal namanya
(ehhh, wong ngga pernah diceritain)

‘eh…, kenapa susi, bisa dibantu?’
(gue juga mulai bingung …)

‘ngga! ngga ada apa-apa.’
brek telpon ditutup, akhir dr pembicaraan

masih sedikit bingung
tapi gue sok asyik aja

sepuluh detik kemudian
dering hape kembali mengusik
tentu .. dr nomor yg sama

‘f**k, el!!! that’s my fiance!!!
kamu tadi bilang apa????’
(suara pria, panik tak berdaya)

‘hoh? gue cuman bilang sayang!’
(ups… salah yaaa
tapi gue juga sering manggil dia monyet kok!
kebenaran aja hari itu manggilnya sayang)

’sial! hape gue, dia yg pegang,
kamu sms apa sih tadi?’
pria tersebut mulai terdengar cemen
salah sendiri dia ngga pernah bilang punya tunangan

‘gue cuman sms,
kangen juga sama lu..
tapi jangan sering2x ketemu ah…
nanti jatuh cinta…!’
(nada inosen, cuman mulai deg-deg an)
duh, kalo sampe putus, gimana…
i dont wanna be held responsible

‘whoaa… pantes! ya sudahlah …
sori nih menganggu!’
buru2x menyudahi percakapan,
(pasti sang cewe udah banting2x piring)

‘eh, gue perlu ngomong ndak ke dia,
to clear up situation?’
(waaah…. kok gue tolol sih merasa bersalah
dan bertanggungjawab)

‘ndak .. ndak .. dia ngga mau..!’
(chicken.. chicken … petok .. petok …)

besok pagi
gue terbangun
dengan inbox hape penuh sms
tentunya dr susi
yg menggunakan kata2x memerahkan telinga

dia jual
gue beli

’susi, kita ketemu aja yuk!
(emosi tapi rada nerveous)

‘ngga, saya tidak percaya sama kalian berdua!’
(puih … sinetron banget)

‘tapi saya n martin gak ada hubungan apa2x’
’sms saya cuman bercanda..!!’
(…percayalah susi…)

‘hah, buat saya…
sayang n cinta itu bukan kata untuk bercanda’
(nah lho, mampus gue!!!)

ya sudahlah
telponnya lsg direbut martin
sambil memohon-mohon maap

seminggu berikutnya
terdengar kabar
mereka beneran putus
dan martin pun
menghilang ditelan bumi …

waduuuhh… gaswat
sebenarnya sih
kita emang ngga ada apa-apnya
hanya pertemanan biasa
dengan gaya gue yg biasa
sok kenal sok akrab

hanya saja dikerumitan cemburu perempuan
dan dalam hubungan yang penuh kerapuhan
kena deh gue …
amit amit
jangan kejadian lageee…

mbak, maaf…

Tuesday, January 9th, 2007

*untuk seseorang kakak

mbak, maaf…

kupinjam suamimu
malam ini saja

kuharap
tak mengapa…

kan kukembalikan
besok, padamu

walau rinduku
tak rela melepasnya…

mbak, maaf…