Archive for March, 2007

farewel but not a good bye…

Friday, March 16th, 2007

From: Elis Widen
Sent: Wednesday, March 14, 2007 5:55 PM
To: ‘UNAIDS All-staff’ + Achmad + Robert +Jumedi
Subject: Re. farewell but not a good-bye :D

Dear friends,

i couldnt believe, i told one person,
the next day, the whole world knew..
tsk tsk tsk

so, at last, as you might have heard
and as you might have talked about behind my back (“,)

today is my official last day
after over four years of growing together with the secretariat

With you all,
we have been through good times and bad times.
many times, I’m the one who gives you bad times,
but you know that I also bring you good times

With you all,
we have been through high day and slow day
many times, I’m the one who slows you down
but you know that I can also be one to speed you up

love me, loathe me, over the years
we really dont have to like each other
if we don’t and i will not force you to
just to get the work done
you will hear me say

well for sure,
I’m gonna miss your company, tomorrow and the day after
but I guess that’s good….
rather than being here everyday and bitch about it, no? ;p

arent you glad or sad…
I can no longer yell at you in meetings or make you laugh
I can no longer drive all of you crazy or lead you to hysterical insanity 
but if you need one, please don’t hesitate to ask ;p

So yes…. farewell now… but this is not yet good-bye

don’t miss me yet
because I will still be around… to try to clean my desk…
now u know that it can take… serious labour time!!!!
so the next person, can at least see…. the surface

but then I seriously think,
we will not miss each other that much after that

work will carry us away
routines will keep each of us busy
our times together will just be a shadow
hidden somewhere, in a stack of papers
waiting to be recycled

in the end
let’s just hope that life
does not pass us by too quickly
for us to re-appreciate our friendship
that i do think
is simply beyond - ‘just work-related’ 

whooaaaa whoaaaaa whoaaaaa

hiks, forever yours
-elis

really, should i die trying??

Saturday, March 10th, 2007

* again, another story of a white collar slave

i said
we’re at the edge of a steep cliff, mam
mind our steps

she said
have faith in me
keep walking

i said
the path has ended, mam
either we walk over the clouds
or find a path to the other side

she said
just have faith in me
even jesus walks over water
so walk straight

but, mam…
me, no jesus…

just…
she said,
have faith in me
and walk straight

so i 
then walk straight

praying  that
the rainbow holds my steps
and the wind helps blow me
over the clouds

maybe
i do get to the other side
or i die trying…

at either case,
thanks for everything,
mam…

(*p.s. whoaaah, can someone drop me a call me two weeks from now, just to find out if i’m dead or alive???)

peringatan perjuangan setengah mati di hari perempuan

Saturday, March 10th, 2007

*dalam rangka memperingati perjuangan setengah mati di hari perempuan internasional, 8 maret 2007

(ini adalah sebuah cerita tentang ketegaran)

mar menikah dengan cinta dan ia tahu benar,
lelaki itu mencintainya sedalam lautan
anak mereka terlahir 9 bulan kemudian
hanya untuk jatuh sakit-sakitan dalam 3 bulan
HIV positif kata dokter,
hah, bagai tersambar gledek
mar membekap mulutnya sendiri 
tak lama, tiba saatnya
suaminya meninggal di pangkuannya
memohon ampun sembari menghembuskan nafas terakhir
bayinya meninggal tak lama kemudian
tanpa sempat mengerti
maaf ayah nya dan sesal ibunya
pulang kerumah mertuanya, mar tergugu
barang2xnya telah terpaket rapi di depan pintu
tidak ada tempat lagi baginya disitu
pintu telah dibanting didepan wajahnya
mar terdiam, meraih kopernya dan beranjak pergi
mungkin lebih baik melompat saja dari jembatan penyebrangan
pikirnya dalam keputusasaan
dan ia pun jatuh menangis di sudut jalan
mudah-mudahan nasib masih panjang
untuk kembali memulai kehidupan

(ini adalah sebuah cerita tentang kepatuhan)

len menikah dengan terpaksa
kakaknya baru saja berpulang
turun ranjang,
ini kewajiban mu untuk kakak
kata keluarganya
dan demi kepatuhan
len menikahi duda kakaknya
belajar untuk melayani tradisi ratusan tahun
yang tak terputuskan
hanya untuk terpana
dengan kematian suaminya dalam 6 bulan
dan len pun tersirap
ketika dokter memintanya untuk tes darah
anda juga mungkin terinfeksi
jelas sang dokter
len marah besar terhadap dirinya
tak percaya pernikahan 6 bulan membawanya ke titik ini
masa kan pernikahan yang diberkati tuhan
mengijinkan cobaan ini
masa kan kepatuhan pada tradisi dan keluarga
terbalaskan dengan cara seperti ini
len memukul-mukul kepalanya
masih tak percaya, tak mau percaya
tak akan percaya

(ini adalah sebuah cerita tentang ke-naif-an)

yun jatuh sakit yang tak ia mengerti
sakit terus menerus tanpa ada kesembuhan
dokter memberinya obat lewat sang suami
suaminya bilang, ia harus minum obat itu setiap hari
tak boleh putus, mengapa? kenapa?
ia tak tahu, suaminya bilang minum saja,
dan jangan banyak tanya
yun pun minum obat dengan setia
sampai suatu hari ia sakit berat
harus opname di rumah sakit
suaminya tampak gelisah dan panik
seorang suster baru saja terdengar berkomentar
pasien yun tidak bisa di bangsal ini
dan yun masih belum mengerti
mengapa ia kemudian dipindahkan ke ruang isolasi
mengapa semua suster menghampirinya dengan takut takut
mereka datang dengan penutup mulut
sarung tangan sebatas lengan
enggan memandikannya
mengapa? ia bertanya pada suaminya
yang terdiam hanya mengelus kepalanya
hanya ketika suaminya berhari-hari menghilang
para suster mulai kerepotan
siapa yang akan memandikan?
anda ini HIV positif, suami anda kemana?
dan yun pun terhenyak dalam kebingungan
maksudnya? ia bertanya
namun tanpa jawaban

(ini adalah sebuah cerita tentang ketidakberdayaan)

han menunggui suaminya malam itu
kalau bisa, ia berharap suaminya tak perlu pulang
namun ia butuh memberi makan ketiga anaknya
dengan apa pun yang dibawa suami nya pulang
setelah berminggu minggu ke hutan mencari kayu gaharu
dan menjualnya ke tukang tadah di kota
biasanya ia pulang membawa uang
walau hanya sepersepuluh dari yang didapatnya
sisanya sudah habis untuk minum dan perempuan
han tahu benar tabiat suaminya
maka ketika pintu digedor dengan keras malam itu
han membuka pintu dengan berdebar debar
bau minuman keras tersembur dari mulut suaminya
hampir pasti ia akan minta dilayani malam itu
tidak ada pilihan untuk menolak
atau tendangan, pukulan dan makian akan menghampirinya
untuk kesekian kalinya malam itu
han menahan sakit perlakuan suaminya dalam diam
walaupun sebenarnya, ada yang ia ingin tanyakan
mengapa ia sakit-sakitan beberapa bulan terakhir ini
dokter bilang ia harus kekota, tes darah
tapi ia kurang mengerti maksudnya
mungkin suaminya lebih mengerti
namun han tak jadi menanyakannya
suami nya telah terlelap tidur
dan han menatap langit langit rumahnya
mungkin tak perlu ditanyakan
hidup mati sama saja baginya

dari sekian cerita
dari sekian pergulatan
dari jutaan lainnya

begitu banyak yang harus diperjuangkan
begitu banyak yang harus dikerjakan
dan siapa yang harus berjuang?
dan siapa yang harus bekerja?

selamat hari perempuan!

http://elis2107.multiply.com/