peringatan perjuangan setengah mati di hari perempuan

*dalam rangka memperingati perjuangan setengah mati di hari perempuan internasional, 8 maret 2007

(ini adalah sebuah cerita tentang ketegaran)

mar menikah dengan cinta dan ia tahu benar,
lelaki itu mencintainya sedalam lautan
anak mereka terlahir 9 bulan kemudian
hanya untuk jatuh sakit-sakitan dalam 3 bulan
HIV positif kata dokter,
hah, bagai tersambar gledek
mar membekap mulutnya sendiri 
tak lama, tiba saatnya
suaminya meninggal di pangkuannya
memohon ampun sembari menghembuskan nafas terakhir
bayinya meninggal tak lama kemudian
tanpa sempat mengerti
maaf ayah nya dan sesal ibunya
pulang kerumah mertuanya, mar tergugu
barang2xnya telah terpaket rapi di depan pintu
tidak ada tempat lagi baginya disitu
pintu telah dibanting didepan wajahnya
mar terdiam, meraih kopernya dan beranjak pergi
mungkin lebih baik melompat saja dari jembatan penyebrangan
pikirnya dalam keputusasaan
dan ia pun jatuh menangis di sudut jalan
mudah-mudahan nasib masih panjang
untuk kembali memulai kehidupan

(ini adalah sebuah cerita tentang kepatuhan)

len menikah dengan terpaksa
kakaknya baru saja berpulang
turun ranjang,
ini kewajiban mu untuk kakak
kata keluarganya
dan demi kepatuhan
len menikahi duda kakaknya
belajar untuk melayani tradisi ratusan tahun
yang tak terputuskan
hanya untuk terpana
dengan kematian suaminya dalam 6 bulan
dan len pun tersirap
ketika dokter memintanya untuk tes darah
anda juga mungkin terinfeksi
jelas sang dokter
len marah besar terhadap dirinya
tak percaya pernikahan 6 bulan membawanya ke titik ini
masa kan pernikahan yang diberkati tuhan
mengijinkan cobaan ini
masa kan kepatuhan pada tradisi dan keluarga
terbalaskan dengan cara seperti ini
len memukul-mukul kepalanya
masih tak percaya, tak mau percaya
tak akan percaya

(ini adalah sebuah cerita tentang ke-naif-an)

yun jatuh sakit yang tak ia mengerti
sakit terus menerus tanpa ada kesembuhan
dokter memberinya obat lewat sang suami
suaminya bilang, ia harus minum obat itu setiap hari
tak boleh putus, mengapa? kenapa?
ia tak tahu, suaminya bilang minum saja,
dan jangan banyak tanya
yun pun minum obat dengan setia
sampai suatu hari ia sakit berat
harus opname di rumah sakit
suaminya tampak gelisah dan panik
seorang suster baru saja terdengar berkomentar
pasien yun tidak bisa di bangsal ini
dan yun masih belum mengerti
mengapa ia kemudian dipindahkan ke ruang isolasi
mengapa semua suster menghampirinya dengan takut takut
mereka datang dengan penutup mulut
sarung tangan sebatas lengan
enggan memandikannya
mengapa? ia bertanya pada suaminya
yang terdiam hanya mengelus kepalanya
hanya ketika suaminya berhari-hari menghilang
para suster mulai kerepotan
siapa yang akan memandikan?
anda ini HIV positif, suami anda kemana?
dan yun pun terhenyak dalam kebingungan
maksudnya? ia bertanya
namun tanpa jawaban

(ini adalah sebuah cerita tentang ketidakberdayaan)

han menunggui suaminya malam itu
kalau bisa, ia berharap suaminya tak perlu pulang
namun ia butuh memberi makan ketiga anaknya
dengan apa pun yang dibawa suami nya pulang
setelah berminggu minggu ke hutan mencari kayu gaharu
dan menjualnya ke tukang tadah di kota
biasanya ia pulang membawa uang
walau hanya sepersepuluh dari yang didapatnya
sisanya sudah habis untuk minum dan perempuan
han tahu benar tabiat suaminya
maka ketika pintu digedor dengan keras malam itu
han membuka pintu dengan berdebar debar
bau minuman keras tersembur dari mulut suaminya
hampir pasti ia akan minta dilayani malam itu
tidak ada pilihan untuk menolak
atau tendangan, pukulan dan makian akan menghampirinya
untuk kesekian kalinya malam itu
han menahan sakit perlakuan suaminya dalam diam
walaupun sebenarnya, ada yang ia ingin tanyakan
mengapa ia sakit-sakitan beberapa bulan terakhir ini
dokter bilang ia harus kekota, tes darah
tapi ia kurang mengerti maksudnya
mungkin suaminya lebih mengerti
namun han tak jadi menanyakannya
suami nya telah terlelap tidur
dan han menatap langit langit rumahnya
mungkin tak perlu ditanyakan
hidup mati sama saja baginya

dari sekian cerita
dari sekian pergulatan
dari jutaan lainnya

begitu banyak yang harus diperjuangkan
begitu banyak yang harus dikerjakan
dan siapa yang harus berjuang?
dan siapa yang harus bekerja?

selamat hari perempuan!

http://elis2107.multiply.com/

Leave a Reply